Apa beda LED, OLED, AMOLED

LED, OLED dan AMOLED merupakan tiga dari sekian banyak jenis teknologi layar tampilan. Kita bahas tiga jenis ini kerena ketiga jenis inilah yang banyak digunakan di berbagai perangkat elektronik yang dijual di pasaran saat ini terutama TV dan smartphone / tablet. Di samping itu fokus pembahasan pada ketiga jenis teknolgi tampilan karena namanya hampir sama, sama-sama menggunakan istilah LED yang mungkin saja berpotensi membingungkan konsumen.

1. LED.
Singkatan dari Light Emitting Dioda, yang mempunyai arti dioda yang memancarkan cahaya. Apakah layar TV LED berarti terbuat dari sekumpulan LED? Sama sekali tidak. LED yang digunakan hanya sebagai sumber cahaya latar saja. Sebagai Back-Lit saja. Sedangkan layar TV nya tetap terbuat dari panel LCD (Liquid Crystal Display) sama seperti pada TV LCD. Sedangkan TV LCD menggunakan CCFL (Cold-Cathode Fluorescent Lamp) sebagai sumber cahaya latar nya. Jadi sebenarnya TV LED ini adalah jenis TV LCD yang mengguakan LED sebagai back-lit nya. Pada perkembangannya jenis TV LED memiliki beberapa teknologi seperti pada tulisan sebelumnya, tentang jenis-jenis TV LED.

2. OLED.
Singkatan dari Organic-Light Emitting Dioda. Sejenis LED dimana lapisan yang memancarkan cahayanya terbuat dari senyawa organic (carbon) dan akan memancarkan cahaya jika diberi arus listrik. Terdapat perbedaan mendasar antara layar OLED dengan layar LED atau LCD.
Layar tampilan OLED

Pada TV LCD, panel LCD tidak bisa memancarkan cahaya sendiri. Ia membutuhkan sumber cahaya dari luar untuk menerangi panel LCD nya. TV LCD lawas menggunakan CCFL sebagai back-lit nya dan TV LCD sekarang menggunakan LED sebagai back-lit nya (dinamakan TV LED).
Sedangkan layar dari OLED, tidak membutuhkan sumber cahaya dari luar. Ia dapat memancarkan cahaya sendiri jika dialiri listrik. Ini berarti, layar TV dari OLED bisa sangat tipis dan ringan serta rasio kontras nya sangat tinggi dibandingkan dengan TV LCD (baik backlit-nya CCFL ataupun LED).

3. AMOLED.
Singkatan dari Active Matrix Organic Light Emitting Diode, atau mudahnya Active Matrix OLED. Ini merupakan salah satu jenis OLED yang banyak digunakan saat ini.
OLED berdasarkan kontrol elektroniknya terbagi dua, yaitu:
  1. Passive Matrix OLED disingkat  PMOLED
  2. Active Matrix OLED disingkat AMOLED

Sebuah layar PMOLED menggunakan skema kontrol yang sederhana. Masing-masing baris dan kolom dikontrol suplai listrik secara bergantian. Setiap pixel hanya bisa menyala dalam satu waktu sehingga untuk membentuk sebuah gambar, pixel harus dihidupkan secara bergantian dengan sangat cepat. Mirip dengan teknologi interlacing pada resolusi TV.
Kekurangan layar PMOLED ini tidak bisa dibuat ukuran yang besar. Ukuran terbesar layar PMOLED hanya 3 inch saja. Tidak bisa lebih dari itu karena akan mengkonsumsi daya sangat besar serta kontrol yang sangat rumit.
PMOLED banyak dipakai pada perangkat dengan layar yang kecil, seperti MP3 player.

Layar AMOLED mendapat perhatian besar dan dianggap jenis layar tampilan masa depan. Layar AMOLED menggunakan skema kontrol TFT (Thin Film Transistor) yang masing-masing memiliki kapasitor penyimpan sehingga pixel akan tetap menyala (selama dibutuhkan). Dengan teknologi TFT ini, layar AMOLED sangat efisien daya listrik sehingga dapat dibuat layar AMOLED dengan ukuran yang besar.
Penggunaannya sudah mulai banyak mulai dari smartphone hingga TV layar besar. Samsung misalnya menggunakan layar AMOLED untuk smartphone andalannya. Termasuk produk Samsung terakhir Galaxy S6 - S6 EDGE - Note 4, menggunakan AMOLED sebagai layar displaynya. Tidak ketinggalan perusahaan-perusahaan lainpun turut nenggunakan layar AMOLED pada produk terbaru mereka, sepert SONY, Motorola, Microsoft bahkan Apple.
Berikut ilustrasi AMOLED dan PMOLED.
AMOLED dan PMOLED


................................................................................................................................................
Artikel Terkait:
Resolusi TV Digital
Jenis-jenis TV 3D
Smart TV, apa itu Smart TV?
Microwave dan Oven, apa bedanya?
Jenis-jenis TV LED berdasarkan lampu belakangnya (back-lit)
OLED bag-1: Pengertian, jenis dan bagian-bagian OLED
OLED bag-2: Teknologi, cara kerja, kelebihan dan kekurangan OLED
................................................................................................................................................

Jenis-jenis TV LED berdasarkan lampu belakangnya (back-lit)

TV LED yang kita kenal saat ini memiliki LCD (Liquid Crystal Display) panel dibagian depan dan sumber pencahayaan di bagian belakang. LCD panel tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri. Ia membutuhkan sumber cahaya khusus untuk menghasilkan gambar. Sumber cahaya yang diletakkan di belakang panel LCD ini di kenal dengan istilah backlit. Ada dua jenis backlit yang digunakan, yaitu:

- CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp; lampu fluoresen katoda dingin)
LED (Light Emitting Diode; dioda pemancar cahaya)

TV LCD pertama kali menggunakan CCFL sebagai backlit-nya. Dan pada perkembangan selanjutnyanya TV LCD menggunakan LED sebagai backlit-nya yang hasilnya lebih baik dari pada menggunakan CCFL. Sebenarnya ada satu lagi teknologi backlit pada LCD panel selain CCFL dan LED, yaitu EL (Electro-Luminescent) backlit, namun karena banyak kekurangannya dibanding CCFL dan LED, teknologi ini kurang diminati, cuman harganya saja yang sangat murah.

TV LCD yang menggunakan LED sebagai backlit nya dinamakan TV LED. Jadi sebenarnya TV LED yang kita kenal sekarang ini adalah TV LCD juga. Hanya beda pada backlit yang digunakan. Dan untuk lebih praktisnya, TV LCD yang menggunakan CCFL sebagi backlit nya dikenal dengan nama TV LCD saja, sedangkan TV LCD yang menggunakan LED sebagai backlit nya dikenal dengan nama TV LED.

Jenis-jenis TV Led.

Jenis TV Led ini dibedakan berdasarkan penempatan posisi backlit nya dan ada tidaknya penggunaan teknologi apa yang disebut dengan Local Dimming (peredupan local). Local Dimming ini adalah teknologi yang di terapkan pada sebagian TV LED untuk meningkatkan rasio kontras gambar sehingga gambarnya jadi lebih tajam. Teknologi ini bekerja dengan cara meredupkan satu atau sekelompok led di sekitar area dimana diperlukan gambar yang gelap sehingga gambar menjadi lebih gelap lagi.

Berdasarkan penempatan posisi backlit dan local dimming, TV Led dibagi menjadi:

1. Direct-Lit Led TV.
Ini adalah jenis TV Led yang menggunakan Led di seluruh permukaan sisi belakang panel. Biasanya jenis TV Led ini lebih tebal dari jenis Edge-Lit TV. Memiliki kualitas gambar yang hampir sama dengan TV LCD CCFL dan level gelap (black level) hampir sama dengan TV Plasma. Jenis ini disebut juga Full Array Led TV karena terdapat Led backlit di seluruh permukaan sisi belakang panel. Jenis ini diilustrasikan dengan gambat berikut.


Ilustrasi TV LED jenis Direct-lit atau Full Array

2. Edge-Lit Led TV.
Jenis ini hanya memiliki backlit LED di sekeliling tepi panel saja. Dengan menempatkan sejumlah led hanya di sepanjang tepi luar panel saja, produsen dapat memproduksi TV Led yang lebih tipis. Karena nya TV Led jenis Edge-Lit ini memiliki ketebalan lebih tipis dibandingkan TV Led jenis Direct-Lit.
Konfigurasi penempatan Led pada jenis ini, biasanya akan terlihat sisi yang lebih terang di ke empat sisinya dibandingkan dengan bagian tengahnya jika kita lihat layar TV Led diruangan yang kurang cahayanya. Level gelapnya jadi berkurang. Namun secara keseluruhan kualitas gambar juga hampir sama dengan TV LCD CCFL. Berikut ilustrasi gambar TV Led jenis Edge-Lit.


Ilustrasi TV LED jenis Edge-lit

3. TV Led dengan Local Dimming.
Beberapa TV led (baik itu jenis Edge-Lit atau Direct-Lit / Full array) menggunakan Local dimming untuk menigkatkan kulalitas gambarnya. Ini berarti masing-masing led atau sekelompok led dapat di redupkan atau diterangkan secara independen. Umumnya teknologi local dimming banyak digunakan pada TV Led jenis Direct-Lit. Penggunaan teknologi ini menghasilkan level gelap yang lebih dalam dibandingkan dengan TV LCD CCFL. Berikut ilustrasi teknologi local dimming pada TV Led jenis Direct-Lit.


Ilustrasi TV LED jenis Direct-lit dengan teknologi Local Dimming

Nampak Led di sekiter tulisan hidup untuk menambah kecerahan tulisan sedangkan Led di luar itu dalam keadaan mati untuk menambah level gelap pada layar.

TV Led jenis Edge-lit ada juga yang menerapkan teknologi local dimming. Dan sering disebut dengan ‘micro dimming’. Namun hasilnya tidak sebaik pada teknologi local dimming yang diterapkan pada TV Led jenis Direct-Lit / Full Array.

Note.
Mahalnya biaya produksi TV Led jenis Direct-Lit membuat produsen lebih memfokuskan pada TV Led jenis Edge-Lit. Jenis Direct-Lit menempatkan Led di seluruh permukaan panel belakangnya. Dan ini berarti semakin tinggi ukuran layarnya, atau semakin tinggi resolusi layarnya, akan semakin banyak Led yang dibutuhkan. Karenanya banyak produsen TV Led lebih memfokuskan pada teknologi Edge-Lit. Disamping itu teknologi Edge-Lit memiliki kelebihan pada panel layar yang lebih tipis sehingga lebih ringan dan nampak lebih elegan serta hemat daya listrik.


Kelebihan TV Led.
  • Konsumsi daya lebih kecil dari TV LCD apalagi jika dibandingkan dengan TV Plasma.
  • Tidak mengandung mercury dalam backlitnya. Semencata TV LCD CCFL mengandug mercury.
  • Penggunaan backlit LED membuat produsen dapat memproduksi TV yang lebih tipis dan lebih ringan, sehingga kita tidak terlalu was-was jika TV nya akan digantung atau ditempelkan di dinding.
  • Meskipu  banyak Led TV menggunakan cahaya backlit putih, namun warnanya (RGB) tetap Nampak lebih realistik dibanding TV LCD CCFL.
  • Led TV yang menggunakan local dimming, menawarkan banyak kelebihan, seperti, sudut pandang lebih luas, rasio kontras lebih tinggi terutama pada level gelapnya serta meningkatkan kedalaman warna gambar yang dihasilkan.
  • Umumnya Led memiliki usia yang lebih panjang dan dan tidak memiliki kecenderungan seprti LCD TV yang semakin berkurang kemampuannya menghasilkan kseimbangan warna putih seiring dengan bertambahnya usia.
Kekurangan TV LED.
  • TV Led dengan backlit dari Led, menjadikannya lebih mahal dari TV LCD  dengan backlit CCFL.
  • TV Led yang menggunakan teknologi local dimming memakan daya lebih banyak dibandingkan dengan TV Led yang tidak menggunakan local dimming.
  • Pada TV Led yang lebih tipis, akan didapati produksi gambar yang kurang begitu serasi dan sudut pandang yang kurang luas walaupun hal seperti ini tidak begitu berpengaruh pada TV Led yang menggunakan teknologi local dimming.
.....................................................................................................................................
Artikel terkait:
Mengenal jenis-jenis proyektor
Resolusi TV Digital
Smart TV, apa itu Smart TV?
Jenis-jenis TV 3D
- Mengenal UHDTV / 4KTV
- Apa beda LED, OLED, AMOLED
OLED bag-1: Pengertian, jenis dan bagian-bagian OLED
OLED bag-2: Teknologi, cara kerja, kelebihan dan kekurangan OLED
......................................................................................................................................